Tampilkan postingan dengan label Madrasah Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrasah Qur'an. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2020

At Takatsur

 Apa yang terbayangkan dari kata “Bermegah-megahan’? rumah mewah? Punya barang branded? Atau banyak follower?

Hmm ternyata tidak sepenuhnya itu...



At takatsur: Bermegah-megahan

ﺃَﻟْﻬﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺘَّﻜﺎﺛُﺮُ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”. bermegah-megahan seperti apakah sampai membuat kita lalai?

At takatsur, sesuatu yang membuat kita sangat ingin memilikinya namun tujuan utamanya bukan untuk mengambil manfaat atau memenuhi kebutuhan, melainkan untuk dipamerkan dan dibanggakan. Dijadikan sarana menyombongkan diri. Menghapal Al Quran misalnya, baik, kan? Makin banyak hafalannya makin baik. Tapi kalau hal itu justru diniatkan untuk pamer atau membuat orang tersebut menjadi sombong, at takatsur juga namanya.. #astaghfirullah

at takatsur, membuat kita terobsesi dan ambisius untuk mendapatkannya. mengusahakannya dan menghalalkan segenap cara. Bahkan tak peduli jika itu berakibat mendzalimi diri sendiri maupun orang lain.

At takasur, membuat kita tak merasa cukup. Meskipun yang dimiliki sebenarnya masih mencukupi tapi selalu saja ada keinginan untuk mendapatkannya lagi dan lagi.

Kembali pada makna “alhaa“, ia adalah sesuatu yang membuat kita terdistraksi dari apapun yang sebenarnya lebih penting dan baik untuk dikerjakan.

Sesuatu yang membuat kita sibuk seperti strata amal (makruh, mubah, atau yang sunnah). Ga hanya cukup baik dan mencari apa yang lebih baik, yang lebih penting dan lebih diprioritaskan. Ah betapa sering terdistraksi dari hal yang mubah bahkan makruh, melalaikan yang sunnah. Jadi keinget nasihat murrabi “jangan ditinggalkan hanya karena hukumnya sunnah, karena para sahabat dulu berlomba-lomba mengerjakannya karena tau keutamaannya”. wow betapa seringnya salah kaprah.

Atau dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar manusia dibuat lalai kerena mengurus harta dan membanggakan anak. Padahal ada hal yang lebih penting yang harusnya menjadi fokus kita yaitu bersyukur pada nikmat yang telah diberikan kepada kita dan bersyukur pada Pemberi Nikmat.

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-Munaafiquun: 9)

Naudzubillah jan  gan sampai kita termasuk orang yang merugi. Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa kita termasuk orang yang beriman, apa buktinya?

Tanda orang yang beriman

1.    Memandang Allah di segala sesuatu, orang yang yakin terhadap Allah dia akan melihat Allah di setiap makhlukNya atau peristiwa di sekeliling kita

2.    Kembali kepada Allah dalam segala sesuatu

3.    Al istianah billah, minta tolong hanya kepada Allah saja.

Ayat pertama: menggunakan past tense yang berarti sesuatu yang sudah terjadi yang telah melalaikan kamu. Ya pasti kita pernah mengalaminya. Jadi ayat ini memperingatkan kita untuk berhati-hati dan melakukan intropeksi terhadap “ at takatsur”

 حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Sampai kapan kita sadar telah terpedaya “at-takatsur” sampai kamu masuk ke dalam kubur. Jadi tak ada yang bisa lepas dari hal yang melalaikan dan selamanya kita akan hadapi sampai kita masuk ke dalam kubur. Baru lah saat di kuburan menyadari bahwa harta dan anak-anak adalah salah satu penyesalan.

Jadi, bagaimana biar hidup kita ga lalai? Banyak-banyaklah mengingat kematian.

كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

“Sekali-kali tidak kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui”

Sayfa ta’lamun bermakna sangat cepat, pretty soon kamu akan melihatnya. Pengulangan ayat ini menunjukkan penguatan adanya peringatan ancaman setelah ancaman.

كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

“Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin”

Ibnu Katsir berkata, “Kalau seandainya kamu mengetahui dengan sebenar-benar pengetahuan niscaya bermegah-megah tidak akan melalaikan kamu dari mencari akhirat sampai kalian ziarah ke kubur (mati).”

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

 ‘ainul yaqin’ kamu melihatnya dengan pasti, dengan mata kepala mereka

Ainul yaqin dalam al quran is used for maut. U can disbelieve a paradise, hell, or something but everyone could believe in death

3 tingkatan ilmu:

1.    Ilmu yakin, karena ilmu kita akan menyakini sesuatu

2.    Ainul yakin, kemudian diperkuat dengan penglihatan

3.    Haqqul yaqin yaitu dengan merasakan secara langsung

 3 kali ta’lamun:

Kalian akan tau bahwa kesibukan di dunia adalah merugikan dan sesuatu yg fana saat kita berada di

1.    Naza, ketika napas sudah sampai di tenggorokan

2.    Di kubur,

3.    Di padang mashyar

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

Kemudian kalian betul-betul akan ditanya pada hari itu tentang syukur kalian terhadap nikmat yang telah Allah berikan dari kesehatan, rasa aman, rizki dan lainnya. Apakah digunakan untuk menunaikan hak Allah atau menggunakannya untuk maksiat? Semuanya itu akan ditanyakan pada hari kiamat.

Referensi

Tafsir juz Amma: QS At Takatsur by Ust Nouman Ali Khan

Tafsir At takatsur by ustzah Maya

 

Continue reading At Takatsur

Senin, 16 November 2020

Al-Ashr, Waktu adalah Kehidupan


 

Tafsir Al-Ashr

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

هذه السورة لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هي لكفتهم

“Seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya, maka itu sudah mencukupi mereka.”

وَالْعَصْرِ (1)

Demi masa

Wal ashr: sumpah dengan waktu,

Allah bersumpah atas nama waktu karena keuntungan atau kerugian seseorang tergantung bagaimana dia memanfaatkan waktunya. Al waqtu huwal hayyah; Waktu adalah kehidupan. Orang yang membuang waktu sama saja dengan dia menyia-nyiakan hidupnya.

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Kenapa Allah menggunakan kalimat negatif dalam surat ini?

Kenapa ga sesungguhnya manusia dalam keberuntungan.

Karena Allah paham betul  bahwa kebanyakan manusia adalah orang-orang  yang merugi, bahkan dijelaskan dalam hadist orang yang berhak masuk surga hanyalah 1 dari 100 orang. astaghfirullah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آدَمُ، فَتَرَاءَى ذُرِّيَّتُهُ فَيُقَالُ هَذَا أَبُوكُمْ آدَمُ‏.‏ فَيَقُولُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ‏.‏ فَيَقُولُ أَخْرِجْ بَعْثَ جَهَنَّمَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ‏.‏ فَيَقُولُ يَا رَبِّ كَمْ أُخْرِجُ فَيَقُولُ أَخْرِجْ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ ‏"‏‏.‏ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا أُخِذَ مِنَّا مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، فَمَاذَا يَبْقَى مِنَّا قَالَ ‏"‏ إِنَّ أُمَّتِي فِي الأُمَمِ كَالشَّعَرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي الثَّوْرِ الأَسْوَدِ ‏"‏‏.‏

Dari Abu Hurairah Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Orang pertama yang dipanggil pada Hari Kiamat adalah Nabi Adam. Kemudian keturunannya akan melihatnya, dan dikatakan, ′′ Inilah nenek moyangmu Adam. Adam akan berkata, ′′ Labbaik dan Saadik” Kemudian Allah akan berfirman (kepada Adam),  'Keluarkan keturunanmu, (yang tidak berhak masuk surga) penghuni neraka’. Adam akan berkata, 'Ya Tuhan, berapa banyak yang harus saya keluarkan?' Allah akan berkata, 'Keluarkan sembilan puluh sembilan dari setiap seratus. " Mereka (para sahabat Nabi) berkata, "Ya Rasul Allah! Jika sembilan puluh sembilan dari setiap seratus dari kita dibawa pergi, apa yang tersisa dari kita? Rasulullah bersabda, ′′ Ummatku akan berada di antara semua ummat, karena banteng hitam memiliki rambut putih di atas lembu hitam.

Orang yang paling merugi adalah orang yang sudah susah payah bekerja di kehidupan dunianya dia mengira dia sudah bermanfaat bagi keluarga nya tapi kata Allah amalannya tidak bernilai apa-apa

Begitulah kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat. Anak muda masih sering baper, galau masalah percintaan, merasa kesepian (hmm) yang sebenarnya hidup mereka jauh dari kesibukan. Kalaulah kita memaknai makna syahadat dengan baik, sungguh kewajiban seorang muslim lebih banyak tanggungjawabnya dibandingkan waktunya.

Ayat 3:

إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati untuk kebenaran dan menasehati untuk kesabaran

Innal insan: bentuk mufrad atau tunggal, biasanya kalau struktur kalimat dalam bahasa arab apabila tunggal yang lainnya juga harus bentuk tunggal. Tapi saat surat al ashr, menggunakan kata Jama’ setelah kata tunggal. Innal Insaana (bentuk tunggal) .....; Illalladzina amanuu  (bentuk jamak)

Hal tersebut menandakan bahwa untuk menjalankan keimanan harus dilakukan secara berjamaah. Misalnya sholat berjamaah di masjid, membuat komunitas atau projek kebaikan. Allah memberikan keistimewaan pahala 27 rakaat orang yang berjamaah dibandingkan dengan sholat sendiri-sendiri.

Apa yang bisa dilakukan manusia dengan kesendiriannya?

Kecil, umur terbatas dan tak berarti itulah kelemahan manusia.

Namun ada suatu hal yang mampu melampaui kelemahan dalam diri kita: ketika kita beriman kepada Allah, connecting to Allah. Keimanan terhadap Allah akan mengupragade kita dari sesuatu yang fana.

Iman adalah sesuatu yang aktif, dinamis dan membuahkan. Dengan kita beriman kepada Allah, ada ikatan yang mengikat satu sama yang lain. Antara satu muslim dengan yang lainnya saling mencintai dan mendukung membentuk sebuah bangunan.

Watashau: kita disuruh saling berwasiat, berwasiat dalam kebenaran

Karena perjuangan menegakkan kebenaran itu benar, maka diperlukan kesabaran. Semoga Allah meneguhkan hati kita diatas kebenaran.

Karena ada orang yang datang dengan membawa amalan seperti gunung Tihamah, namun menjadi tidak bernilai ketika di akhirat.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Kesimpulan

Seandainya Allah menjadikan hujjah hanya dengan surat Al ‘Ashr ini, maka itu sudah menjadikan hujjah kuat pada manusia. Jadi manusia semuanya berada dalam kerugian kecuali yang memiliki empat sifat: (1) berilmu, (2) beramal sholeh, (3) berdakwah, dan (4) bersabar.

Continue reading Al-Ashr, Waktu adalah Kehidupan

Sabtu, 17 Oktober 2020

AL MAUN, Para Pendusta Agama

 


Masih ingatkah kita tanda-tanda orang munafik?

Mereka adalah orang yang berdusta ketika berbicara, berkhianat ketika dipercaya dan tak menepati janji. Tapi tak hanya itu, sifat orang munafik akan dibahas lebih lanjut dalam surat Al-maun.

Tafsir Al-Maun

Al Maun merupakan surat makiyah dengan urutan ke 107 dalam Al-Qur’an. Sebagian ulama berpendapat surat ini Madaniyah karena di dalamnya ada ayat tentang orang munafik yang ada di Madinah.

Secara singkat surat Al Maun merupakan surat yang mencakup manhaj dalam kehidupan karena membahas habluminallah (bagaimana kita berhubungan dengan Allah) dan habluminannas (bagaimana berhubungan dengan sesama).

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ayat 1:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّين  Apakah kamu melihat orang yang mendustakan agama?,

Makna ad-din bisa diartikan sebagai agama atau hari pembalasan atau hari perhitungan. Siapakah yang mendustakan hari pembalasan?

Allah sedang menarik perhatian kita dengan kalimat “apakah kamu melihat”. Seolah-olah mengajak komunikasi dua arah. Siapa sih yang mendustakan agama?

Mungkin secara gamblang kita menganggap kalau orang yang mendustakan agama adalah orang kafir. Tapi sebetulnya orang yang mendustakan agama yang Allah sebut dalam surat Al maun ditujukan untuk orang yang mengaku muslim tetapi sebenarnya hati mereka mengingkarinya.

Ayat 2:

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

Anak yatim digunakan untuk anak yang ditinggal ayahnya sebelum dia baligh.

Mereka yang mendustakan agama dan mendustakan hari pembalasan adalah mereka yang berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Padahal rasulullah menjanjikan barangsiapa yang menanggung beban anak yatim, mereka akan dekat dengan rasulullah di surga layaknya jari tengah dan jari telunjuk.

Ayat 3:

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin

Orang mukmin itu memberikan apa yang ia cintai, bahkan para sahabat lebih mendahulukan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Sedangkan orang yang mendustakan agama mereka enggan memberikan makan orang miskin.

Ayat 4:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

Maka celakalah orang yang shalat,

Allah mengecam orang-orang yang sholat, yaitu ketika sholat tidak bisa membawa perubahan kebaikan ke dirinya.

Ayat 5

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya

Ibnu Katsir menyebutkan orang yang lalai terhadap sholatnya sebagai berikut:

-                   Tidak mengerjakan sholat

-                   Tidak sholat di awal waktu

-                   Tidak sempurna rukun dan syaratnya

-                   Tidak khusyu’ (tidak hadir hatinya)

Mereka lalai saat sholat, padahal sholat adalah waktu untuk mengingat Allah. Bagaimana mungkin seseorang mengingat Allah lagi di luar sholat, apabila waktu sholat saja mereka tidak mengingatNya.

Ayat 6

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

Yang berbuat riya

Yaitu beribadah karena ingin dilihat oleh orang lain.

Ayat 7

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Dan enggan (memberikan bantuan dengan) barang berguna.

Al Ma’un artinya sesuatu yang kecil yang dibutuhkan orang. Mereka enggan meminjamkan sesuatu barang yang bisa dimanfaatkan orang lain. Apalagi memberikannya seperti gelas, piring, mangkok atau yang lain

Penutup

Surah ini memang sangat tepat dan pas jika ditujukan kepada orang-orang munafik. Seperti yang telah disebutkan apada ayat sebelumnya, pada diri mereka terkumpul tiga sifat buruk, yakni meninggalkan salat, bersifat riya dan kikir terhadap harta. Sifat-sifat tersebut sangat jauh dengan karakter seorang muslim sejati yang seharusnya.

Lalu seperti apa harusnya seorang mukmin itu?

Allah mengumpamakan keimanan orang mukmin seperti sebuah pohon yang baik yang memberikan buah serta naungan bagi orang di sekitarnya tak kenal waktu. (lihat Surat Ibrahim 24-25). Oleh karena itu buah dari keimanan seorang mukmin adalah dapat memberikan kebermanfaatan untuk orang lain. Jangan sampai hubungan sama Allah baik tapi melakukan hal-hal yang buruk terhadap orang lain.

Continue reading AL MAUN, Para Pendusta Agama

Rabu, 23 September 2020

Al Kautsar, Karunia Terbaik Allah

 


Surat Al-Kautsar sangat familiar di telinga kita karena selain mudah dihafalkan juga sering dipakai buat sholat hehehe
. Surat Al kautsar merupakan surat ke-108 dan merupakan surat paling pendek di Al-qur’an.

Al kautsar bermakna nikmat yang banyak dan merupakan nama sungai di Surga. Surat ini mengingatkan betapapun sulitnya kehidupan yang dihadapi saat ini, Allah akan menggantikan semua itu kelak ketika di surgaNya and you are going to be rewarded. Selama masih di dunia ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan adalah hal yang normal so don’t worry, guys J

Asbabun Nuzul

Pasca meninggalnya putra Rasulullah, Rasulullah mendapat hinaan dari Al-Ash bin Wail dan pemimpin quraisy lainnya dengan sebutan abtar (terputus) yaitu orang yang tidak akan lama hidupnya karena tidak ada yang melanjutkan keturunannya. Bayangkan rasulullah baru saja kehilangan putranya tapi ada yang menyakiti hatinya lagi.

Allah kemudian menembalikan mood Rasulullah dengan turunnya surat al-kautsar. Pada saat itu Rasulullah mengantuk (ciri Rasulullah akan mendapatkan wahyu) kemudian beliau terbangun dengan senyum karena turunnya surat ini.

Ayat 1

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Nikmat yang Banyak.

Allah memberikan nabi Muhammad karunia nubuwahya yaitu nikmat yang paling besar. Tidak seperti nabi lain yang hanya diutus untuk satu umat saja, tapi nabi Muhammad diutus Allah untuk seluruh umat. Kemudian kita juga mendapatkan kenikmatan itu karena termasuk umat nabi Muhammad.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Muhammad Al Amin Asy Syinqithi menjelaskan, “Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia tidak mampu menghitung nikmat Allah karena begitu banyaknya. Namun kebanyakan manusia kufur terhadap nikmat-nikmat tersebut. Lalu setelahnya Allah sebutkan bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah masih mengampuni siapa saja yang bertaubat pada-Nya. Allah akan mengampuni setiap orang yang memiliki kekurangan dalam bersyukur terhadap nikmat.

Ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Apa yang Allah minta setelah kita diberi nikmat?

Sholatlah dan berqurbanlah karena TuhanMu

Dalam surat lain Allah berfirman “Katakanlah sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS Al An’am: 162)

karena Dia telah memberikan berkah yang melimpah di dunia ini dan di akhirat, termasuk sungai yang dijelaskan sebelumnya, Nabi (SAW) harus menunaikan sholat hanya kepada Allah.

Demikian pula, pengorbanan hewan dan semua tindakan penyembahan harus ditujukan kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya.

Ayat 3

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

 Sesungguhnya orang yang membencimu adalah yang terputus (Rahmat Allah).

Pada zaman arab dahulu orang yang tidak memiliki anak laki-laki atau anak laki-lakinya meninggal disebut abtar. Karena setelah dia tidak ada yang mengingatnya dan dia terputus dari keturunannya. Kaum Quraisy kafir menyebut Rasulullah abtar. Mendengar ini, Allah berfirman: Wahai Nabi, bukan kamu tetapi musuhmu yang Abtar.

Ada suatu masa pada perang khandaq (5 H) kaum Quraisy menginvasi Madinah dengan menggalang kekuatan suku Arab lain dan Yahudi. Rasulullah kemudian membuat strategi menggali parit di sekitar kota atas saran dari Salman Al Farisi. Namun seberapapun kekuatan yang ada di Arab tidak akan sanggup melumatkan kekuatan yang lebih kecil di Madinah 😭. Oleh karena itu Rasulullah bersabda, tatkala Allah sudah mengalahkan pasukan musuh, “Sekarang kitalah yang ganti mereka dan mereka tidak akan menyerang kita.

Hanya setelah tiga tahun pada 8 H Rasulullah datang dan menaklukkan Mekkah. Orang Quraisy tidak memiliki penolong dan mereka harus menyerah tanpa daya. Pada tahun 9 H banyak utusan yang datang ke Madinah untuk masuk islam secara berbondong-bondong. Musuh-musuh Rasulullah menjadi tidak berdaya dan tidak memiliki sumber daya. Kemudian mereka terputus dari keturunannya. Jika anak-anak mereka selamat, tidak satupun dari mereka hari ini yang tahu bahwa dia adalah keturunan Abu Jahl, Abu Lahab, Ash bin Wail, atau Uqbah bin Abi Muait. Bahkan jika dia tahu itu, dia tidak siap untuk mengklaim bahwa nenek moyangnya adalah orang-orang itu. Sebaliknya, jutaan Muslim di seluruh dunia bangga bisa menjalin hubungan dengan Rasulullah. Sejarah telah membuktikan bahwa bukan Nabi Muhammad (saw) tetapi musuh-musuhnya adalah abtar. *MasyaAllah~

 

Continue reading Al Kautsar, Karunia Terbaik Allah

Kamis, 27 Agustus 2020

INILAH KEMENANGAN YANG NYATA


Ditinggal pas lagi seneng-senengnya?

Atau ditinggal dengan seseorang yang paling kita cintai di puncak kemenangan?

Sakitnya tuh disini! hehehehe

Rasulullah dan para sahabat sudah merasakannya! Lalu apasih kemenangan yang dimaksud? Dan bagaimana mereka menyikapi perpisahannya?

Mari kita lanjut membaca tafsir Surat An Nasr.

Surat An Nasr merupakan surat ke-110 dalam Al Qur’an. Ada yang mengatakan turunnya surat ini saat fathu mekkah pada tahun 8 H. Sebagian mengatakan saat Haji Wada pada tahun 10 H dan yang lain berpendapat 80 hari sebelum rasulullah wafat.

Asbabun nuzul Surat An nasr menceritakan kemenangan dan masuk islamnya orang-orang Arab secara berbondong-bondong, serta mengisyaratkan telah dekatnya ajal Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam karena tugas Beliau hampir selesai.

Ibnu Abbas radhiyallahu‘anhu menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan surat ini, Rasulullah memanggil Fatimah radhiyallahu‘anha. Fatimah menangis saat Rasulullah mengabarkan bahwa ajalnya telah dekat. Lalu Fatimah tersenyum karena Rasulullah bersabda: “Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku.” (HR Ad Darimi dan Thabrani)

Tafsir Surat An Nasr

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ1)  (وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًا  (2)فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًاۙ (3)

Ayat 1: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

Mengapa dikatakan sebagai kemenangan Allah? Toh kita yang berjuang, logikanya siapa yang berjuang itulah yang dianggap menang Iya nggak?

Hohoo masuk akal juga sih, tapi setelah membaca dan mentadaburi Surat An-Nasr rasanya paradigma itu salah Guys!

Memang benar siapa yang berjuang dia akan menang, tapi itu semua terjadi atas pertolongan Allah. Seperti kisah Fathu Mekkah, orang-orang dari Jazirah arab berbondong-bondong masuk islam atau kisah perang Badar yang berakhir dengan kemenangan umat muslim. Itu semua atas pertolongan Allah, sehinga kemenangan itu layak dinisbatkan Allah semata.

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Al Anfal: 10)

Karena hakikat kemenangan adalah milik Allah, maka sudah seharusnya seorang muslim adalah manusia yang paling optimis. Memikirikan kesuksesan tidak dengan keterbatasan kita, melainkan dari pertolongan dari Allah yang akan datang pada saat waktu yang tepat.

Jadi

Jangan kamu merasa lemah sungguh pertolongan Allah itu dekat, pertolongan Allah itu nyata. Hakikat pertolongan: 1) Didatangkan olehNya 2) Pada waktu yang ditentukanNya 3) Dalam bentuk yang dikehendakiNya 4) Untuk tujuan yang digariskanNya. Allah mengajarkan dalam surat ini Maiyatullah

1.   (1) Maiyatullah secara umum, Dia Allah bersama kalian dimanapun kalian berada (2) Maiyatullah secara khusus, Allah membersamai dengan orang yang dipilih untuk ditolong. Seperti cerita Nabi Musa ketika membelah lautan dengan tongkatnya.

Ayat ke 2: dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.

Ketika Fathul Mekkah, hampir seluruh jazirah Arab masuk agama islam. Disebutkan dalam Shahihul-Bukhari, dari ‘Amr bin Salimah, ia berkata (Dahulu) bangsa Arab menunggu-nunggu al Fathu (penaklukan kota Mekah) untuk memeluk Islam. Mereka berkata: “Biarkanlah dia (Rasulullah) dan kaumnya. Jika beliau menang atas mereka, berarti ia memang seorang nabi yang jujur”. Ketika telah terjadi penaklukan kota Mekkah, setiap kaum bersegera memeluk Islam, dan ayahku menyegerakan keIslaman kaumnya.

Seperti itulah kemenangan yang hakiki, yang mendatangkan kemenangan untuk umat manusia. Ayat ini menjadi isyarat datangnya ajal Rasulullah karena kemenangan sudah diraih, artinya tugas kerasulan sudah mau selesai. Allah mengajarkan RasulNya untuk mengucapkan pujian dan istighfar sebagai persiapan untuk menjumpai Rabbnya dengan amalan terbaik (ayat selanjutnya).

Ayat 3: maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya. Sungguh Dia Maha Penerima taubat.

Ayat ini mengajarkan pada setiap akhir agar kita selalu memuji Allah dari memohon ampunan kepada Allah dari segala kesalahan perkataan yang sia-sia. Berikut ini anjuran do'a kafaratul majelis (penutup majelis) yang sering dibacakan termasuk dalam sebuah majelis ilmu.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Doa ini dapat diucapkan bukan hanya saat mengakhiri majlis ilmu saja, tapi bisa juga saat selesai makan bersama dengan keluarga atau setelah pergi dari pasar. Pokoknya setiap pembicaraan atau obrolan biasa apalagi diyakini ada perkataan sia-sia yang terucap, maka doa kafaratul majelis sangat dianjurkan untuk dibaca.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ

(maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu)

Tasbih adalah dzikir yang paling agung, karena semua makhluk hidup ini semuanya bertasbih kepada Allah. Dalam Al quran ada 2 tasbih: yaitu سَبِّحِ ٱسۡمَ  (Sabbikhisma) dan سَبِّحْ بِحَمْدِ (Sabbaha bi hamdiik). Perbedaannya sabbikhisma, mentasbihkan atau menyucikan Allah dari sifat keburukan makhluk (bahwa Allah tidak mungkin mempunyai keburukan itu). Sedangkan sabbaha bi hamdiik kita mensucikan dzat Allah, bahwa kita tidak akan menjangkau sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Selain itu mengucapkan tasbih menjadi penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kenapa saat kemenangan kita disuruh mengagungkan Allah? Bukannya jelas kemenangan itu milik Allah, Terus apa keuntungannya buat kita?

Jadi pengagungan kepada Allah digunakan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah, karena Allah telah melibatkan kita dalam dakwah atau jalan kesuksesan.

وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًاۙ

(dan mohonlah ampunan kepadaNya)

Istighfar pada hakikatnya adalah mengakui kesalahan namun dapat juga diucapkan dalam rangka ibadah kepada Allah. Diantara manfaat Istighfar yaitu memohon ampunan:

1.     Dari rasa bangga dan sombong ketika kemenangan datang

2.     Dari perasaan di awan dan sikap salah selama perjuangan

3.     Dalam kekurangan memuji Allah.

Kesimpulan

Sikap seorang mukmin saat meraih kemenangan

-          Merasakan kebersamaan maiyatullah bahwa Allah yang memberi kemampuan kepada mereka, pertolongan milik Allah dan kemenangan adalah milik Allah

-          Yang terpenting, kemenangan itu diberikanNya untukmu untuk suatu hal yang dikehendakiNya

Wallahu a’lam

Sumber: Kajian Ustadzah Maya Novita, Lc. MA dengan beberapa penambahan

Continue reading INILAH KEMENANGAN YANG NYATA

Senin, 17 Agustus 2020

CELAKALAH ABU LAHAB!

(sumber: Pixabay)

Surat Al-lahab atau disebut juga surat Al Masad merupakan surat Makkiyah ke 111. Tujuan mempelajari Surat ini untuk mengetahui sifat Abu Lahab yang suka menyakiti Rasulullah, sehingga kita bisa berlindung dari sifat yang dimiliki oleh Abu Lahab. Sebagai pelajaran bahwa Allah akan mengecam orang-orang yang menghalangi cahaya Allah. 

Asbabun Nuzul

Mengenai asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat ini diterangkan dalam riwayat berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَصَعِدَ إِلَى الْجَبَلِ فَنَادَى يَا صَبَاحَاهْ فَاجْتَمَعَتْ إِلَيْهِ قُرَيْشٌ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ حَدَّثْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ مُصَبِّحُكُمْ أَوْ مُمَسِّيكُمْ أَكُنْتُمْ تُصَدِّقُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا تَبًّا لَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ إِلَى آخِرِهَا

“Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, “Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih.” Akhirnya Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “TABBAT YADAA ABII LAHAB..” Hingga akhir ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu lahab mencela nabi Muhammad dengan mengatakan Tabbat laka ya Muhammad? Apakah untuk ini kami dikumpulkan? Allah kemudian membalas nya dengan turunya surat ini. Itulah awal mula Abu Lahab membenci Rasulullah. Bukan hanya dirinya yang membenci, menghinakan, memerangi Rasulullah. Ia pun melibatkan istri dan anak-anaknya bahkan ia rela hartanya hilang apabila digunakan untuk memusuhi Rasulullah.

Diantara keburukan yang dilakukan oleh Abu Lahab yaitu:

Pertama Abu Lahab mengikuti Rasulullah saat berdakwah dengan para kabilah untuk menyebarkan islam, kemudian abu lahab juga mengikuti dibelakangnya dan mendatangi kabillah itu dengan mengatakan jangan kau ikuti perkataan orang itu, sesungguhnya dia hanya menjauhkan kita dari Tuhan-tuhan kita.

Betapa jahatnya Abu Lahab!

Dia seperti memberi kesan ke orang lain bahwa saya aja sebagai pamannya (orang terdekat) tidak percaya apa yang dikatakannya. Mungkin terlihat biasa saja apabila orang asing yang melakukan kedustaan itu, namun jika orang terdekat rasanya aneh dan sungguh kejam.

Kedua Abu Lahab mempelopori adanya pemboikotan terhadap keluarga Rasulullah. Pemboikotan ini dilakukan selama 3 tahun oleh penduduk Quraisy untuk memutus hubungan dengan Bani Hasyim baik islam maupun yang belum masuk islam. Pemboikotan tersebut berupa (1) Pelarangan melakukan aktivitas jual beli dengan Bani Hasyim. (2) Lalu tidak diperbolehkan untuk mengawinkan dengan Bani Hasyim. (3) Tidak boleh berbicara dan datang ke rumah anggota Bani Hasyim. (4) Tidak diperbolehkan bergaul bersama mereka. (5) Tidak diperbolehkan berbelas kasihan kepada mereka. [6] Tidak menerima permintaan damai, sampai Nabi Muhammad diserahkan untuk di bunuh. [7] Mereka baru dibolehkan keluar hanya untuk berhaji atau umrah.

Ketiga Abu lahab meminta anak mereka untuk menceraikan anak Rasulullah. Abu Lahab mempunyai anak yang bernama Utbah (masuk islam saat penaklukan kota Mekkah) menikah dengan Ruqayyah dan Utaibah yang kafir menikah dengan Ummu kultsum. Saat Surat Al-lahab turun, Abu Lahab berkata kepada anaknya, “kepalaku dan kepala kalian haram bersentuhan jika kalian berdua tidak mentalak kedua putri Muhammad.” Keduanya pun menjatuhkan talak kepada istri masing-masing.

Dan masih banyak lagi keburukan Abu Lahab semasa hidupnya. Ia dikenal sebagai musuh yang paling keras dan keji dalam memusuhi Rasulullah.

Jadi, apa pendorong utama Abu lahab melakukan ini?

Ternyata dia mengkhawatirkan dunia, harta, kehormatan dan pengaruh di tengah masyarakat. Sehingga timbul kebencian terhadap Nabi Muhammad.

Tafsir

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١– مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٢- سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٣- وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ٤ - فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ - ٥

Ayat 1: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

Tabbat yang pertama adalah doa atau serapah atau ancaman. Tabbat yang kedua untuk penguatan yaitu betul-betul celaka. Allah menyatakan peperangan terhadap Abu Lahab dengan membinasakan kedua tangannya. Seperti yang diketahui, tangan disimbolkan untuk kebaikan. Tangan adalah modal untuk kebaikan sekaligus ujian jika melakukan keburukan.

Abu lahab pasca turunnya surat ini hingga 10 tahun sebelum meningggal belum juga masuk islam, karena pintu hidayah nyatanya telah tertutup baginya. Di akhir hidupnya Abu Lahab mendapatkan luka menular yang tidak dapat sembuh. Sehingga saat meninggalpun tidak ada yang mengurusnya karena semuanya jijik dari bau menyengat yang keluar dari jasadnya bahkan anak-anaknya. Mayat Abu Lahab ditelantarkan selama 3 hari 3 malam, ia pun dibungkus dengan kain dan dibawa ke tempat yang terisolir, kemudian dilempar dengan batu hingga tubuhnya terkubur. Betapa Allah menghinakan Abu lahab.

Ayat 2 Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

Tidak ada manfaat baginya apa yang ia miliki dan dia upayakan (harta dan anak-anaknya). Abu lahab sempat sesumbar “kalau benar apa yang dikatakan Muhammad maka akan kuselamatkan istri dan anak-anakku dengan hartaku”. Tapi lihat apa Abu lahab bisa selamat?

Seorang Ulama pernah memberikan nasihat kepada Raja. Berkatalah sang Ulama “Seandainya Anda berjalan jauh di padang pasir, sementara Anda tidak membawa air minum dan sudah sangat kehausan. Bila Anda tidak segera mendapatkan air minum, maka Anda akan mati kehausan. Di saat bersamaan, ada seorang musafir yang datang dan memiliki setengah gelas air. Berapa Anda akan membayar setengah gelas air itu. Kemudian Raja berkata aku akan mengeluarkan setengah hartaku.

Maka lebih penting mana kenikmatan atau harta? Sesungguhnya kekayaan dan kekuasaan ini tidak lebih penting dari sebuah kenikmatan. Namun disisi lain harta adalah peluang terbaik apabila digunakan untuk berinfak di jalan Allah.

Rasulullah menyebut beberapa keutamaannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang saleh.” (HR. Ibnu Hibban). Bahkan dibolehkan hasad terhadap muslim kaya. Rasulullah bersabda, “Tidak ada hasad kecuali pada dua orang; orang yang Allah beri harta dan dia habiskan harta itu untuk kebaikan, (serta) orang yang Allah beri ilmu dan dia mengajarkan ilmunya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Ayat 3: Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

Yaitu kelak Abu Lahab akan mendapatkan disiksa dengan api yang bergejolak. Gejolak api seperti unta yang kuning yang dari jauh kelihatannya kuningnya

Ayat 4 Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

Ummu Jamil (istri Abu Lahab), Seorang wanita cantik jelita dengan kedudukan dan kehormatannya yang tinggi di tengah-tengah masyarakat oleh Allah disebut sebagai pembawa kayu bakar. Allah mengejeknya karena tidak mungkin org yang baik kehormatannya membawa kayu bakar itu. Pendapat yang lain mengatakan bahwa pembawa kayu bakar adalah kebiasaan ummu jamil yaitu pembawa berita tidak benar dan memutar balikkan fakta.  

Ayat 5 Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Ummu jamil menjual kalungnya dan hasilnya digunakan untuk memusuhi Rasulullah. Akibatnya Allah memasangkan tali di lehernya dengan sabut api neraka.

Wallahu A’lam

Sumber: Kajian Ustadzah Maya Novita, Lc. MA dengan beberapa penambahan.


Continue reading CELAKALAH ABU LAHAB!